Cara Memelihara Axolotl Sebagai Hewan Piaraan

Axolotl mungkin bukan hewan peliharaan pada umumnya, tetapi jelas ini adalah hewan peliharaan yang unik.

Axolotl adalah jenis salamander, tetapi tidak seperti salamander, mereka tidak secara rutin menjalani metamorfosis dari larva (dengan insang) ke bentuk dewasa dan tetap hidup di air sepanjang hidup mereka. Axolotl dapat ditemukan dalam berbagai warna seperti hitam, abu-abu, emas, albino, putih dengan mata hitam, dan warna lainnya. Mereka mudah dipelihara dan dirawat, meskipun terlihat seperti hewan reptile namun mereka hidup dalam air, jadi Anda harus dapat menyediakan akuarium yang memadai dan diletakan pada suhu yang sesuai.

Axolotl berasal dari Danau Xochimilco di Meksiko, di mana mereka dianggap sebagai spesies yang terancam punah karena begitu sedikit kanal yang mengarah ke danau yang tersisa. Untungnya spesies ini mudah dikembangbiakkan di penangkaran dan merupakan hewan yang populer untuk penelitian karena kemampuannya yang unik untuk meregenerasi seluruh anggota badan. Jenis yang paling umum terlihat di Danau Xochimilco adalah axolotl yang berwarna hampir menghitam.

Perilaku dan temperamen

Axolotl merupakan hewan yang relatif kuat. Mereka jinak di alam. Makhluk-makhluk ini harus dianggap sebagai hewan peliharaan karena mereka tidak dapat berinteraksi dengan pemilik hewan peliharaan di luar akuarium. Mereka adalah amfibi yang lembut dan bertubuh lunak dengan kulit permeabel. Axolots tidak boleh disentuh-sentuh kecuali benar-benar diperlukan.

Rumah atau akuarium

Axolotl bisa tumbuh dengan ukuran yang cukup besar untuk jenis salamander, sehingga setidaknya 15 hingga 20 liter akuarium kami rekomendasikan, meskipun akuarium tidak harus penuh.

Akuarium harus diletakkan di ruangan yang sejuk, jauh dari paparan sinar matahari yang cerah. Suhu air harus dijaga tetap dingin, antara 57 dan 68 derajat Fahrenheit (14 dan 20 derajat Celsius), dan tidak pernah diizinkan untuk mencapai di atas 75 F (24 C). Tidak diperlukan pencahayaan khusus untuk axolotl (tidak seperti reptil), dan pada kenyataannya, tempat untuk keluar dari cahaya mungkin dihargai, seperti pot bunga yang diletakkan di sisinya atau kastil akuarium.

Batu digunakan di bagian bawah akuarium harus lebih besar dan kasar dari kepala axolotl agar tidak tetelan. Karena penggunaan batu kecil dan halus dapat tertelan ketika ia sedang makan dan dapat menyebabkan penyumbatan. Beberapa pemilik oxlotl memilih untuk membiarkan bagian bawah tangki terbuka atau kosong namun yang lain percaya ini mungkin sedikit menekankan axolotl karena mereka tidak bisa mendapatkan pijakan di bagian bawah tangki tanpa kerikil.

Axolotl remaja dapat kanibalistik terhadap satu sama lain, sehingga mereka dibesarkan dalam kandang terpisah. Orang dewasa berpotensi ditempatkan bersama tetapi memperhatikan kecenderungan kanibalisme. Jika bagian tubuh digigit oleh teman satu akuariumnya, maka axolotl dapat tumbuh kembali dari waktu ke waktu, seperti cicak yang ekor nya terputus dan dapat tumbuh kembali. Namun, tetap saja hal ini tidak diperbolehkan dan tidak diizinkan.

Kebanyakan pemilik axolotl ini akan memilih akuarium yang mudah disaring dan dibersihkan daripada akuarium yang tidak disaring karena air tanpa filter perlu sering diganti. Namun, jika Anda memilih untuk memiliki filter pada akuarium. Anda harus memperhatikan juga arus filtrasi harus cukup lambat, sebab arus filter yang kencang dapat membuat axolotl menjadi stess.

Jika Anda memiliki filter, pembersihan yang aman akan menggunakan siphon untuk menyedot bagian bawah akuarium, dan penggantian air 20 persen harus dilakukan setiap minggu. Jika Anda tidak menggunakan filter, Anda harus melakukan penggantian air 20 persen setiap harinya. Jangan pernah melakukan perubahan air penuh karena ini meembuat situasi di mana kimia air berubah terlalu drastis untuk axolotl peliharaan Anda.

Untuk penggunaan air, tidak diperbolehkan menggunakan air yang mengandung klorin atau kloramin. Dan jangan menggunakan air sulingan, pastikan saja pH air tetap antara 6,5 ​​dan 7,5 (netral).

Makanan dan air

Di alam liar, axolotl memakan siput, cacing, krustasea, ikan kecil, dan amfibi kecil. Dalam penangkaran, mereka dapat diberi makan berbagai udang air asin, potongan kecil daging sapi atau hati, cacing tanah (meskipun cacing yang ditangkap dari luar dapat membawa parasit), cacing darah, cacing tubifex (sering diumpankan ke ikan), makanan ikan beku lainnya, atau salmon atau pelet trout. Makanan yang tidak termakan atau sisa harus dibersihkan dari akuarium setiap hari untuk membantu menjaga tetap bersih.

Masalah kesehatan umum

Dalam beberapa keadaan, axolotl dapat mengalami metamorfosis menjadi terrestrial dari, meskipun hal ini dapat membuat stres pada hewan dan tidak umum terlihat. Kondisi di mana akan terjadi secara alami, tetapi kita tahu bahwa metamorfosis dapat diinduksi menggunakan perubahan karakteristik air, atau dengan melengkapi axolotl dengan proporsi tertentu dari hormon tiroid. Tentu saja, bentuk terestrial dari axolotl memiliki serangkaian persyaratan perawatan yang sangat berbeda. Mencoba menginduksi metamorfosis tidak dianjurkan, karena ini dapat menempatkan tekanan yang tidak semestinya pada axolotl, dan secara signifikan dapat memperpendek umurnya.

Axolotl sering memakan kerikil atau bagian dari substratnya dan biasanya rentan terhadap obstruksi gastrointestinal dan konsumsi benda asing. Obstruksi usus adalah penyebab umum kematian dan kerikil atau pun benda-benda lain dalam akuarium harus sangat diperhatikan ukurannya..

Share this: